OUTBOUND DAN ALAM BEBAS

OUTBOUND DAN ALAM BEBAS

Seperti kita ketahui saat ini banyak sekali provider yang menawarkan jasa dalam beraktivitas di alam bebas, dari mulai dengan Program Outbound Training yang berbasiskan alam bebas, hingga provider yang murni menawarkan jasa kegiatan alam bebas/petualangan. Lantas seperti apa korelasi antara Kegiatan atau Program Outbound dengan Alam Bebas itu?
Berbagai argument sudah banyak diungkapkan, dari mulai sejarah lahirnya outbound, hingga dari hasil pengalaman melakukan atau menyelenggarakan outbound training. Menurut beberapa pakar pengertian outbound adalah diluar area” sehingga dapat diartikan secara khusus lagi adalah berada diluar area kebiasaan.

Sering kita lihat langsung, dalam penyelenggaraan kegiatan Outbound, ketika awal-awal lahirnya Outbound di Indonesia, media atau tempat berkegiatan lebih banyak dilakukan di alam terbuka, yang jauh dari hiruk pikuk keramaian, misalnya di dalam hutan. Tujuannya jika dilihat dari sisi tempat penyelenggaraan sudah jelas sekali, para pelaku diarahkan menuju zona luar, yaitu zona atau wilayah dimana jauh dari kebiasaannya sehari-hari, bahkan meninggalkan zona nyamannya. Kenapa outbound harus meninggalkan zona nyaman? Hal inilah yang semestinya kita pahami lebih dalam lagi, kenapa justru dalam melakukan kegiatan outbound, setiap pelakunya harus keluar dari zona nyaman.. Kita coba salami kebiasaan manusia atau individu, atau diri kita sendiri, seperti apa kita berprilaku jika kita dalam wilayah nyaman kita, yang segala sesuatunya mudah didapat, mudah untuk dilakukan, dan mudah untuk bersugesti. Misalnya dalam kondisi hujan besar, kita basah kuyup ketika perjalanan pulang dari kantor ke rumah, sudah pasti dibenak kepala kita, biarpun hujan dan aku basah kuyup, sebentar lagi juga sampai di rumah, masak air panas, lantas mandi kemudian berpakaian, sungguh nyaman dan tersugestikan untuk melakukannya. Namun berbeda jika kondisi dan temnpatnya kita putar balik 180 derajat, apa yang akan terjadi?….

Aku di tengah hutan belantara yang tidak tahu sampai kapan aku berada diwilayah ini, kondisi tubuhku basah kuyup, untuk tidur aku belum ada shelter, makan pun aku belum. Apa yang ada dibenak anda jika anda dalam kondisi seperti ini? Bayangkan jika anda betul-betul menjadi seorang survivor, sebuah pekerjaan yang tidak ringan yang harus anda lakukan untuk membuat diri anda dalam kondisi nyaman da selamat. Dari mulai harus membuat tempat peristirahat, membuat makanan hingga mengeringkan pakaian jika tidak ada yang kering. Kenapa outbound harus seperti itu? Apa untungnya? Toh bisa saja kan pelatihannya dilakukan di dalam ruangan, dengan simulasi dalam kondisi seperti itu? Mungkin itu yang timbul dalam benak anda. Justru disinilah uniknya outbound, sungguh sangat jeli para penemu program pelatihan kpribadian, prilaku, hingga karakter melalui Outbound ini, karena mereka sangat paham sekali dengan rahasia alam beserta isi dan hukumnya.

Alam adalah media belajar serta guru yang baik bagi manusia, sudah banyak sekali hasil pembelajaran manusia dari alam yang melahirkan berbagai ilmu serta metode, diantaranya adalah metode –metode pelatihan yang berbasikan alam bebas, salah satunya adalah Outbound Training. Berbagai pengalaman pihak-pihak yang pernah ikut atau menjadi peserta pelatihan outbound, mereka merasakan bahwa metode pelatihan dengan program-program team work, team building, leadership, dan lainnya sangat dirasakan bermanfaat. Pengalaman yang mereka peroleh selama hari-hari kegiatan akan selalu lekat dalam ingatan. Hal ini lumrah saja jika dari sisi operasionalisasi program pelatihan tersebut, peserta betul-betul dikondisikan dalam kondisi:
– Tidak nyaman serta berusaha untuk membuat kondisi nyaman bagi mereka sendiri, bukan diberikan oleh panitia atau instruktur.
– Medan latihan jauh dari interaksi dengan pihak luar ( terisolir)
– Waktu pelaksanaan yang panjang
– Nuansa disiplin betul-betul dibangun serta diciptakan
– Dan lainnya
Individu atau manusia jika berada dalam kondisi tidak nyaman dan dia dituntut untuk menciptakan kondisi nyaman bagi dirinya serta orang lain, akan terlihat sekalil prilakunya dalam menyikapi setiap hal selama proses pelatihan. Seperti apa dia berprilaku terhada rekan, bagaimana cara dia berkomunikasi, jiwa empatinya, humanistnya dan lainnya. Itulah uniknya alam. Alam sudah memiliki hokum-hukum tetap yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh manusia. Justru karena hukumnya tetap inilah , alam sangat baik sekali untuk media belajar bagi manusia. Manusia selalu belajar dari alam dengan terlebih dahulu diperingati oleh alam. Sekarang tinggal bagaimana cara kita mempertanggung jawabkan apa yang telah kita peroleh dari proses pembelajaran kita melalui alam, karena toh manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang lebih unggul dari pada mahluk lainnya., manusia bisa mengambil tanggung jawab dari sebuah proses pelatihan yang ia ikuti.
Sudah sepatutnya bagi teman-teman yang pernah mengikuti pelatihan outbound, hendaknya pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti fase pelatihan adalah menjadi hal yang bisa dijadikan parameter bagi kita dalam berprilaku dan bersikap dikemudia hari, tepislah rasa dan perasaan bahwa sesi pelatihan outbound hanyalah fase untuk menjadikan kita naik jabatan, atau agar gugur kewajiban dalam perusahaan/organisasi. Tidak semua orang bisa memperoleh pengalaman belajar langsung dari alam.

Sudah sepatutnya teman-teman bangga sebagai individu yang pernah belajar langsung dari alam, jangan jadikan pengalaman itu sebagai sebuah buku yang dikunci rapat-rapat dalam lemari hingga ia berdebu. Jadikanlah diri anda kunci bagi buku itu agar bisa berguna serta dibaca oleh orang lain. Setiap hal yang anda lakukan dalam upaya untuk “menyamankan” diri selama fase pelatihan, bukan hanya sekedar tindakan, tetapi pahamilah bahwa itu adalah sebuah upaya tanpa interpensi dari manusia lain ketika anda melakukannya, sehingga pemaknaannya adalah jadi pribadi yang selalu berusaha tanpa harus ditekan, jadilah pribadi yang cekatan tanpa harus membuang waktu anda seperti halnya ketika anda diburu waktu untuk membuat shelter dan makanan karena hari sudah gelap. Jadilah orang yang selalu berempati dengan orang lain, tanpa ada intrik-intrik.

Aktivitas dalam Pelatihan Outbound yang berbasiskan alam bebas sangat beragam sekali dalam sesi pelatihan outbund ini, ada yang hanya berkegiatan dalam skup gunung hutan saja, rock climbing, arung jeram bahkan caving. Hal ini biasanya tergantung dari tujuan yang hendak dicapai melalui tahapa proses, bahkan jika perlu semua aktivitas tersebut diberikan, tentunya akan lebih bervariasi, dari mulai air, ketinggian, hingga hutan dan kegelapan. Semakin banyak variasi unsure medan operasi kegiatan tentunya akan lebih baik dan kwalitas sebuah program pun akan semakin tinggi, tetapi budget tentunya akan lebih besar. Namun yang terpenting adalah esensi dari setiap fase kegiatan itulah yang harus tersampaikan kepada para pelakunya.

“Kita ada karena untuk saling melengkapi”

TABULA ADVENTURE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *