Biaya Hemat Membangun Flying Fox

BIAYA HEMAT MEMBANGUN FLYING FOX
Hemat biaya dalam membangun wahana outbound khususnya tower flying fox dan Hi Rope tidaklah salah, hanya saja yang harus diperhatikan adalah sisi keamanan dari bangunan wahana outbound tersebut, untuk keselamatan semua penggunanya khususnya wahana outbound ketinggian atau hi rope.

Dalam tulisan yang berjudul Resiko Hemat Biaya Membangun Tower Flying Fox Dan Hi Rope Outbound, Tabula Adventure mencoba untuk mengajak para pemiliki Wahana Outbounddan juga pengguna wahana outbound untuk lebih memahami seluk beluk keamanan dalam membangun sarana wahana outbound permainan ketinggian atau Hi Rope. Mudah-mudahan dengan niat baik kami ini, setidaknya dapat memberikan kontribusi kecil dalam perkembangan pemahaman dunia outbound, khususnya mengenai wahana outbound dari sisi bangunan.

Berdasarkan pengalaman kami, dalam memberikan Jasa Pembangunan Wahana Outboun yang diminta oleh para client, sering kali client merasa harga yang ditawarkan mahal, padahal jelas sekali setiap penawaran yang diberikan dilengkapi dengan spesifikasi dari mulai bahan atau matrial bangunan, konstruksi hingga system dari struktur pondasi yang digunakan bahkan juga spesifikasi dari alat safety yang diberikan.

Akhirnya solusi atau jalan keluar yang digunakan oleh para client atau owner dari tempat wisata outbound yang diambil adalah jalan pintas, membangun sendiri dengan bahan-bahan yang jauh dari standar baik kekuatan dan juga keamanan dari sisi bangunan. Kalau sudah begini ujung-ujungnya para pemberi jasa pembangunan wahana outbound permainan ketinggian hanya sekedar menyuplai peralatan safetynya dan juga pemasangan instalasinya.

Padahal sudah banyak bukti dari spesifikasi bangunan khususnya tower-tower wahana outbound atau hi rope yang tidak memenuhi standar kelayakan pada akhirnya entah dalam waktu beberapa lama, selalu saja ada keluhan mengenai kekuatan dari bangunan tower-tower outbound tersebut. Sudah tentu biaya akan kembali keluar untuk perawatan, toh akhirnya akan sama saja biaya yang dikeluarkan untuk membangun sebuah wahana outbound baik dengan menggunakan spesifikasi yang memenuhi standar keamanan atau pun dengan solusi yang ingin menghemat biaya.

Beberapa saran dari kami dalam membangun sarana wahana outbound, sebaiknya yang perlu diperhatikan adalah :
Struktur tanah dari rencana lokasi yang akan dibangun wahana outbound, karena hal ini akan berpengaruh terhadap sttruktur dari system pondasi yang akan digunakan, yang berkaiatan erat dengan dalam dari pondasi, bahan matrial pondasi yang digunakan. Jika struktur tanah bagus dan kuat setidaknya kedalaman pondasi 2 meter sudah cukup.
Model dari tower wahana outbound permainan ketinggian, apakh itu Tower Flying Fox, tower hi rope games. Model yang digunakan dengan pilihan 1 kaki, 2 kaki, 3 hingga 4 kaki tentunya akan berpengaruh kepada kekuatan dari bangunan tower outbound tersebut baik dengan menggunakan Besi Pipa Baja atau dengan menggunakan kontruksi besi siku yang dirangkai sedemikian rupa.

Ketinggian tinggi tower outbound yang akan dibangun, hal ini biasanya berkaitan dengan counter tanah, karena bisa jadi setiap tower outbound hi rope khususnya akan beda tinggi jika counter tanahnya tidak rata, untuk mencapai kesetaraan tinggi antar tower-tower hi rope lainnya.

Bahan matrial tower outbound, jika menggunakan pipa besi baja, gunakanlah pipa besi baja galpanis dengan diameter minimal 8 inchi untuk ketinggian tower outbound kisaran 8 meter dari permukaan tanah, dan ketebalan pipa besi 4-5 mm. Namun jika menggunakan Pipa besi Baja hitam sebaiknya yang lebih tebal. Jika model tower outbound yang dibuat 2 atau 3 hingga 4 kaki anda dapat menggunakan pipa besi galvanis atau pipa baja hitam dengan diameter 6 inchi dan ketebalan 4-5 mm. Kami sarankan juga jika tinggi tower outbound lebih dari 8 meter dari permukaan tanah sebaiknya buatlah tower outbound dengan model 3 kaki untuk setiap anchore utama permainan hi rope outbound atau jika memang ingin model 1 (satu) kaki sebaiknya ditambahkan besi horizontal sebagai pengikat connector dari tower outbound ke tower outbound.

Jika ingin menggunakan besi siku sebagai struktur tower, sebaiknya pilihlah besi siku 7-8 sebagai anchore utama , untuk besi horizontalnya gunakan besi siku 6 dan untuk pengikat diagonalnya dapat menggunakan besi siku 5, yang asli bukan jenis besi siku banci.
Anchore Slink lintasan pengaman, anchore slink ini sebagai tempat mengnikat slink baja yang akan digunakan untuk lintasan pengaman dan juga untuk menggantungkan matrial games outbound. Biasanya sering menggunakan besi behel yang dirangkai setengah lingkaran kemudian di sambung pada bagian sisi dari tower outbound jika menggunakan pipa besi, baik menggunakan las listrik atau pun dengan baut. Sebetulnya titik anchore ini hanya pembatas saja, agar slink tidak turun ke bawah jika kendur, karena tambatan saat melingkarkan ikatan slink pada tower outbound tetap mengikat pada semua sisi pipa, jadi jangan hanya mengikat slink baja hanya pada bagian cincin atau anchor besi behel tersebut. Selain menggunakan besi behel, untuk cincin anchore tambatan slink dapat juga digunakan Eye Nuts, yang diameternya disesuaikan dengan diameter slink baja atau wire yang akan digunakan. Untuk tower yang menggunakan struktur besi siku, sebaiknya dipasang pipa besi galvanis dengan diameter 4 inchi, tebal 3-4 mm untuk anchore slink atau ware. Karena jika slink diikatkan pada besi siku dikhawatirkan lama kelamaan akan dapat memutuskan bagian-bagian dari serabut slink tersebut, berbeda jika menggunakan pipa besi yang bulat.

Dari setiap tower yang dibuat, berilah anchore back up setidaknya 1 (satu ) titik anchore back up dengan arah yang berlawanan dari gaya tarik tower tersebut. Kedalaman dari anchore back up ada baiknya minimal 1 meter, system yang digunakan bisa dengan Dead Mean System.

TABULA ADVENTURE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *