Wall Climbing di Indonesia

Wall Climbing di Indonesia

Wall Climbing atau media olah raga panjat tebing yang sengaja dibuat, jika ditelusuri ( mungkin ) dahulunya agar pemenuhan kebutuhan untuk melakukan kegiatan Panjat Tebing Alam dapat dilakukan sedekat mungkin dengan para penggiat, dengan kata lain agar para pelaku panjat tebing tidak perlu jauh-jauh menuju tebing alam untuk melakukan kegiatan memanjat terutama untuk kebutuhan Wall Climbing di Indonesia.

Seiring perjalanan waktu dan semakin dirasakan bahwa memang ada perbedaan yang sangat signifikan antara kegiatan olahraga panjat yang dilakukan dengan di tebing alam dan tebing buatan atau wall climbing. Perbedaan baik pada tebing alam atau pun memanjat yang dilakukan di wall climbing ( panjat dinding ) diantaranya terletak pada peralatan yang digunakan, pada panjat tebing alam akan lebih banyak peralatan yang digunakan terutama jika yang dilakukan adalah pemanjatan artifisal, maka peralatan pengaman-pengaman yang akan dipasang ditebing mutlak harus dibawa oleh pelakunya, misalnya, pengaman sisip ( chok, frend, hingga piton/paku tebing ), sementara jika kita melakukan pemanjatan pada dinding panjat buatan atau wall climbing tidak sebanyak itu.

Selain itu perbedaan juga terjadi pada cacat batuan yang digunakan sebagai penambah ketinggian, pada wall climbing point-point/climb hold bisa kita atur untuk pemasangannya baik jenis serta letaknya berbeda dengan tebing alam, pemanjat dituntut untuk menambah ketinggian dengan memanfaatkan cacat batuan yang akan dijadikan pegangan serta pijakan.

Pada tebing alam pun akan terbagi 2 jenis pelakunya yaitu pelaku yang memanjat untuk olah raga secara fisik serta pelaku yang memanjat tebing untuk kegaitan petualangan, hal ini juga dapat terlihat baik pada bentuk kegiatannya serta peralatan yang digunakan. Sementara jika pemanjatan dilakukan pada wall climbing bisa dikatakan murni untuk olah raga, sehingga kegiatan yang dilakukan untuk olah raga bisa diukur dengan bentuk prestasi.

Walau memiliki perbedaan, satu hal yang pasti baik panjat tebing alam untuk olah raga dan petualangan serta panjat tebing dengan media dinding panjat buatan/wall climbing semua memberikan nilai positif kepada para pelakunya. Sehingga akan semakin bagus jiga media-media panjat tebing buatan/wall climbing semakin merebak di bangun di berbagai penjuru Indonesia. Dengan banyak pembangunan wall climbing, maka media bagi para pemuda untuk menyalurkan bakat dan hobby tidak sulit lagi untuk dicari, dan akhirnya para pemuda Indonesia pun dapat menjadi orang-orang yang berprestasi untuk bangsa dan Negara kelak..Aamiin.

Perjalanan media panjat tebing buatan atau wall climbing, khususnya di Indonesia saat ini sudah cukup mengalami kemajuan yang pesat, hal ini dapat kita banyaknya media olah raga panjat ini yang sekarang menjalar dari mulai keberadaannya di sekolah-sekolah hingga kampus juga di tempat umum, hal ini menunjukkan bahwa minat para pemuda Indonesia terhadap olah raga Panjat Tebing saat sudah mengalami peningkatan. Semoga jayalah panjat tebing Indonesia.

TABULA ADVENTURE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *